Senin, 02 Januari 2012

Permasalahan Sosial

Permasalahan sosial di Indonesia
Permasalanan sosial di Indonesia sangat banyak. Contoh dari permasalahan sosial tersebut adalah:
• Kemiskinan
• Tingkat pendidikan rendah
• Tindakan kriminal
• Pengangguran
                  
Apa penyebab dari semua permasalahan itu ?
Kemiskinan,
Penyebab :
1. banyaknya pengangguran
2. kebutuhan pokok mahal
Imbas:
tingkat pendidikan rendah.

Tingkat pendidikan rendah,
Penyebab:
Kemiskinan ( banyak orang miskin tidak bisa menyekolahkan anaknya)
Imbas:
Banyak pengangguran

Tindakan criminal,
Penyebab:
Kemiskinan (tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga melakukan tindakan kriminal berupa mencuri / merampok ).
Imbas:
Banyak yang dirugikan.
Contoh: mencuri, merampok, penipuan, dan lain-lain

Pengangguran,
Penyebab:
1. tingkat pendidikan rendah
2. tidak seimbang antara lapangan kerja dengan warga usia produktif.
Imbas:
Kemiskinan.
Dan jika semua masalah sosial tersebut ingin diselesaikan. Maka yang pertama dibenahi adalah pendidikan karena tingkat pendidikan rendah adalah masalah utama sehingga mempengaruhi masalah lainnya.


 
Masalah Sosial Kemiskinan

Menghilangkan kemiskinan & memakmurkan 230 juta rakyat Indonesia tanpa terkecuali boleh jadi hanya menjadi angan-angan belaka atau bisa di kata tidak mungkin terjadi. Tetapi mengurangi kemiskinan sekecil mungkin bisa dilakukan dengan beberapa program yang mengedepankan kepentingan rakyat.

Pertama meningkatkan pendidikan rakyat. Sebisa mungkin pendidikan harus bisa dicapai oleh seumua kalangan kalau bisa Wajib Belajar 16 tahun agar dicanangkan. Agar menciptakan Anak Indonesia yang cerdas, berintelektual tinggi serta dapat berguna bagi kepentingan bangsa & negara

Kedua Membuka banyak lapangan kerja. Merupakan salah satu langkah efektif untuk menekan kemiskinan karena dengan adanya lapangan pekerjaan maka Seorang ayah tidaah harus hanya duduk dirumah tanpa ada penghasilan namun bekerja dan mendapat penghasilan untuk kesejahteraan keluarganya.

Ketiga Stop eksplorasi/pengurasan kekayaan alam Indonesia oleh perusahaan asing. Karena banyak kekayaan negeri ini yangdikelola asing dengan alasan kita tidak mampu. Padahal jika kekayaan alam Indonesia dikelola sendiri maka hasil dari pengelolaan akan di nikmati oleh kita juga.

Jika beberapa langkah diatas berjalan dengan rencana niscaya Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik. 


 
Masalah Sosial Pengangguran

Orang yang biasa bekerja, tiba-tiba diberhentikan (baca: PHK) tentu menimbulkan kegoncangan jiwa bagi yang bersangkutan. Walau diantara mereka yang di PHK mendapat pesangon yang besar, namun manakala tidak cerdas dalam me-manage-nya, uang banyak itu akan ludes atau jadi petaka seketika.
Mereka yang terbiasa bergerak, dinamis dan keluar rumah ketika dirumahkan tidak hanya akan mengurangi pendapatnya secara materi, melainkan akan mampu membuat dirinya mati secara perlahan. Bagi mereka yang biasa hidup enak dengan segala fasilitas tempatnya bekerja, maka status menganggur akan membuat yang bersangkutan dengan mudahnya digoda oleh kaum syetan. Karena untuk sementara waktu syetan memberikan solusi pada sang penganggur, perbuatan mereka biasanya akan menimbulkan masalah social bagi lingkungan yang bersangkutan.
Berkenaan dengan hal tersebut diatas, kiranya hipotesa Harvey Brenner sebagaimana dikutip oleh Rhenald Kasali (Kompas, 1/12), yang menyatakan bahwa setiap 10% kenaikan penganggur, kematian naik sebesar 1,2%, serangan jantung 1,7% dan harapan hidup berkurang 7 tahun. Dapat kita benarkan. Mereka-mereka yang tidak memiliki kesiapan mental, bekal iman dan cadangan keuangan dengan beragama kebutuhan keluarga yang harus diselesaikan dalam perhitungan waktu senantiasa akan mudah tergoda dengan solusi-solusi jalan pintas yang pada umunya cenderung illegal, inkonstitusional, haram atau mubah.
Jika jumlah mereka yang di PHK oleh berbagai perusahaan mayoritas tingkat emosionalnya masih labil, insya allah mereka akan mudah digoda oleh oleh para dajjal untuk melakukan berbagai kegiatan-kegiatan yang mendatangkan uang dan mempercepat estimate goal politik. Sejarah seringkali membuktikan kepada kita semua banyak diantara para penganggur yang tergoda tawaran-tawaran instant seperti ikut undian, makelar, ikut tender demontrasi, teroris atau memanfaatan kesempatan dalam setiap bentuk kesempitan. Yang sedikit agak lebih terhormat, ada diantara mereka yang bergabung dalam partai politik tertentu untuk menjadi caleg, ngambil bagian dalam tender politik dan lain sebagainya.
Dari berita buruk tentang PHK dan pengangguran, kitapun pada pasca resesei ekonomi tahun 1998 dapat khabar gembira bahwa diantara mereka yang kena PHK, banyak diantara dana pesangon tersebut mereka manfaatkan sebagai modal untuk melakukan dagang kaki lima, bisnis home industri, makanan kecil-kecilan. Di palembang bahkan ada diantara tiga orang yang kena PHK menggabungkan pesangon mereka untuk membuat doorsmer kendaraan roda dua, tambal ban dan lover Koran. Setelah berjalan satu tahun, ternyata pendapatan mereka berkembang menjadi tiga kali lipat dari sebelumnya ketika menjadi karyawan di sebuah pabrik. Keberhasilan dalam mengelolah pesangon yang didapat oleh mereka yang kena PHK tentu tidak hanya dialami oleh beberapa orang, melainkan sudah dialami oleh banyak orang yang pernah mengalami PHK. Persoalannya sekarang tergantung pada pengalaman, jaringan dan keberanian berspekulasi yang kita miliki.

Semoga PHK ini tidak membuat kita menjadi manusia penganggur, melainkan mampu merubah kehidupan kita menjadi manusia yang berani menghadapi berbagai macam kenyataan hidup untuk selanjutnya membuat berbagai macam solusi dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan keluarga, tetangga dan lingkungan sosial



Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar